MAKALAH MEDIA DAN SUMBER BELJAR HANIPA .S 094

 

MEDIA CETAK DAN NON-CETAK

                                               

 

 

 

 

Makalah

Diajukan Memenuhi Salah Satu Tugas Makalah Pada Mata Kuliah Media Dan Sumber Belajar Jurusan Pendidkan Agama Islam

Dosen Pengampu : Dr. Rosdiana, M.Pd.I

Oleh : Kelompok 8

      NURHIKMA

                             NIM : 20100120092

MUHAMMAD FAHRURROZIH

     NIM : 20100120093

HANIPA S

     NIM : 20100120094

 

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2021-2022

 


KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillahi Robbil’alamin, segala puji bagi Allah swt. Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Salam serta shalawat semoga selalu tercurah kepada Nabi akhir zaman yakni Muhammad Saw. keluarga, sahabat dan seluruh umatnya yang setia dan istiqomah berada di atas ajarannya hingga hari kiamat.

            Puji syukur atas kehadirat  Allah Swt. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami berhasil menyusun makalah dengan judul “MEDIA CETAK DAN NON-CETAK”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, UIN Alauddin Makassar. Dalam pembuatan makalah ini mungkin banyak kekurangan, maka dari itu kami memohon maaf atas hal tersebut. Untuk itu kami terbuka untuk kritikan dan saran dari semua pihak.

Dalam kesempatan ini Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Media dan Sumber Belajar yang telah memberikan materi perkuliahan dan arahan kepada kami sehingga makalah ini dapat kami selesaikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberi rahmat dan ridho-Nya, dan penulis berharap makalah ini berguna bagi kita semua, aamiin. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

 

                                                                                                                Samata,  21 oktober 2021

   

     Penulis

DAFTAR ISI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Bahan ajar diperlukan pendidikan untuk membantu mereka dalam mengajar. Sebagai pendidik sudah menjadi kewajiban untuk menyiapkan bahan ajar untuk melancarkan proses menjelaskan materi. Ada berbagai macam jenis bahan ajar yang biasa digunakan oleh guru maupun dosen. Bahan ajar ini dapat berupa buku, audio, visual dan multimedia interaktif. Pendidik dapat menggunakan proyektor, laptop, website, media sosial dan masih banyak lainnya. Bahan ajar sendiri dibagi menjadi dua jenis, yakni bahan ajar cetak dan non cetak.

Media Cetak adalah salah satu media massa yang menjadi sarana komunikasi untuk menginformasikan hal-hal tertentu kepada masyarakat dalam bentuk cetak. contoh media cetak paling berkembang dimasyarakat adala koran. bentuk media cetak juga kebanyakan dari kertas atau sejenisnya dan ditulis menggunakan tinta. Bahan ajar non-cetak merupakan sebuah inovasi baru dalam dunia pendidikan yang tidak melibatkan media-media cetak seperti buku, modul, handout, wallchart, brosur, leaflet, dan lainnya. Pemanfaatan teknologi semakin maju ini juga dijadikan sebuah peluang di dunia pendidikan seperti aplikasi-aplikasi digital yang menyediakan e-course/e-learning secara virtual seperti Kejarcita.

 

B.      Rumusan Masalah

1)      Apa yang dimaksud media cetak dan non-cetak?

2)      Apa fungsi dan manfaat media cetak dan non-cetak dalam pembelajaran?

3)      Apa saja jenis-jenis media cetak dan  non-cetak dalam pembelajaran?

C.      Tujuan

1)      Untuk mengetahui pengertian media cetak dan non-cetak.

2)      Untuk mengetahui fungsi dan manfaat  media cetak dan non-cetak.

3)      Untuk mengetahui jenis-jenis media cetak dan non-cetak.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.     Pengertian Media Cetak dan Non-cetak

1.      Media Cetak

Media cetak berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang  secara harfiah berati perantara atau pengantar. Media adalah segalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, dan minat serta perhatian. Media cetak meruakan suatu media yang bersifat statis dan megutamakan pesan-pesan visual[1].

            Pengertian media cetak bagi masyarakat masih dipahami secara sempit. Banyak orang beranggapan bahwa media cetak sama dengan pengertian surat kabar atau majalah. Padaha jika diuraikan secara mendalam, media cetak tidak terbatas pada dua jenis media itu saja.

            Secarah harfia pengertian media cetak bias diartikan sebagai sebuah media penyampaian informasi yang memiliki manfaat dan terkait dengan kepentinga rakyat yang disampaikan secara tetulis. Dari engertian ini, kita bias melihat bahwa media cetak adalah sebuah media yang didalamnya  berisi  informasi yang didalamnya terkait dengan kepentingan masyarakat umum dan bukan terbatas pada kelompok tertentu saja. Media cetakni merupakan saluran informasi bagi masyarakat, di samping media elektronik dan medi digital.

Berikut ini pengertian media cetak menurut para ahli antara lain:

-Menurut Ronald H Aderson, media cetak adalah materi berupa referensi bacaan yang dihasilkan dengan cara profesional layaknya buku, koran, majalah dan buku pedoman.

-Menurut Eric Barnow, media cetak adalah segenap materi barang yang dicetak yang ditujukan untuk khalayak ramai, maka yang didefinisikan sebagai media cetak yakni koran, majalah serta berbagal format materi dalam bentuk barang terbitan yang orientasinya dibuat untuk mendistribusikan keterangan berupa informasi atau pesan komunikasi.

-Menurut Lawinsider Dictionary, media cetak adalah surat kabar, warta singkat, buletin, majalah, buku serta karya tulis dalam format apa saja, selebaran maupun klasifikasi publikasi lain-lainnya, dan objek iklan, mencakup kemasan, foto, dan potret digital.

-Menurut Oxford Reference, media cetak adalah seluruh format komunikasi termaktup atau potret gambar yang dihasilkan dengan cara mekanis dengan memanfaatkari prosedur pencetakan, maupan digital yang mamp menghasilkan banyak dup! kat berupa salinan dengan sanisme otomatis.

-Menurut Kasain mec cetak adalah media yang stagnan serta menitikberatkan berbags instrukst berupa pesan visual, veza iru sendiri mencakup nalaman dengan beberapa kata potres gambar atasi loto dalam desain warna dan lembaran putih.[2]

2.  Media Non-cetak

Terpaan internet sebagai media massa baru memunculkan tren baru bagi surat kabar, yaitu ikut membuat media online. Media online ini adalah versi online dari media cetak yang sudah dikembangkan bertahun-tahun. Hampir semua surat kabar saat ini membuat versi online. Dengan demikian, dalam satu penerbitan media, muncul dua versi yaitu versi cetak dan versi online. Model seperti ini adalah model pemekaran (konvergensi) media. Bagi sebuah surat kabar (media cetak), penerbitan versi online ini dilakukan karena beberapa alasan. Begitupun dengan dunia pendidikan seiring berkembangnya zaman dan teknologi media pembelajaran kini bukan hanya dengan media cetak melainkan non-cetak baik itu berupa leptop, lcd, handphone dan lain sebagainya.

            Sebagaimana pada saat ini dimana kita hidup di tengah pandemi yang merajalela yang mengakibatkan media pendidikan harus berkembang untuk dapat menyesuaikan diri sehingga pembelajaran tidak terhenti dan dapat terus berjalan.[3]

 

B.      Fungsi  dan Manfaat  Media  Cetak dan Non-cetak

1.      Fungsi Media Cetak

a. Sarana Membantu dalam Belajar

Sebagai sarana membantu dalam belajar, pemakaian media cetak memiliki tujuan untuk berkontribusi dalam menyampaikan arahan dan pedoman dengan langkah demi langkah mengenai metode yang mesti dijalankan oleh seorang individu untuk melaksanakan sesuatu bentuk kewajiban berupa tugas dan pekerjaan. Pokok penjelasan informasi yang termuat di dalam materi bimbingan yang dicetak adalah sumber keterangan dalam bentuk informasi dan wawasan pengetahuan yang akan dipakai dengan cara personal oleh orang yang membacanya. Orang yang membacanya dalam perihal ini dipersilakan untuk mengikuti pedoman mengenai metoden dan mekanisme yang mesti dijalankan dalam melaksanakan suatu kewajiban berupa tugas serta pekerjaan.

 

 

b. Materi Pelatihan

Sama saja dengan sarana membantu dalam belajar, perantara cetak yang dipakai sebagal materi pelatihan memiliki karakteristik pengajaran atau bersifat pelajaran di dalamnya. Dengan adanya media cetak, orang yang membacanya akan ditampilkan petunjuk petunjuk serta penjelasan informasi yang berhubungan dengan tajuk yang bisa didalami. Terdapat tiga format media cetak yang lazim dipakai sebagai materi pelatihan yakni: handout, study guides, dan buku manual.

c. Materi Informasi dan Pengetahuan

Media cetak sering dipakai sebagai materi informasi mengenai suatu sasaran atau kegiatan. Media itu sendiri juga kerap kali dipakai untuk menyemangati pembaca supaya mau mendalami suatu laporan informasi dan wawasan pengetahuan. Sebagai materi informasi, media cetak sering dipakai untuk mendapatkan atensi dan memperlihat pandangan yang baik dari lembaga atau perusahaan.[4]

2.      Media non-Cetak

 

Media non-cetak memiliki fungsi dan tujuan yang sama dengan media cetak perbedaannya hanya di bentuknya. Media non-cetak juga berfungsi sebagai sarana pendidik dalam proses belajar-mengajar berbeda dengan media cetak, media non-cetak memiliki kelebihan karna lebih mudah dalam penggunaanya dan juga lebih praktis tampa ribet.

 

C.      Jenis-jenis Media Cetak dan Non-cetak

1.      Media Cetak

Media cetak sebagai bagian dari media massa ternyata memiliki banyak jenis. Meskipun media ini diramalkan akan punah, khususnya koran, pada tahun 2040, kehadirannya tetap akan dibutuhkan sebagai sarana informasi alternatif selain digital. Media cetak pada awalnya berkembang dengan pesat seiring dengan kebutuhan manusia akan informasi baik itu dalam bidang keagamaan, pendidikan, hiburan, maupun sekedar menulis sebuah pengumuman. Meskipun Tiongkok dan Jepang telah memulai teknik percetakan di abad ke-8, Johannes Gutenberg (1398 – 1468)[5] lah yang membuat media ini naik daun.

Perkembangan awal terlihat dari penggunaan daun atau tanah liat sebagai medium bentuk media sampai percetakan. Gutenberg mulai mencetak Bible melalui teknologi cetak yang telah ditemukannya. Teknologi mesin cetak Gutenberg mendorong juga peningkatan produksi buku menjadi hitungan yang tidak sedikit. Teknologi percetakan sendiri menciptakan momentum yang justru menjadikan teknologi ini semakin mendorong dirinya untuk berkembang lebih jauh.[6]

Lanjutan dari perkembangan awal media cetak adalah dimana perkembangan teknologi yang belum berkembang, yaitu media cetak dibuat memakai mesin tik untuk membuat suatu iklan produk sedangkan gambar-gambar atau animasi yang memperbagus iklan produk itu dibuat secara manual dengan menggunakan pena. Berikut beberapa media cetak yang digunakan dalam pendidikan:

a.    Buku

            Buku merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto,1986). Dalam sebuah sekolah tidak akan lepas dari yang namanya buku karena buku merupakan sumber utama dalam pembelajaran karena buku bukan hanya berisi materi tentang pembelajaran itu sendiri tapi juga terdapat sistim kurikulum yang telah diatur oleh pemerintah.

            Bukan hanya buku paket yang menjadi titik fokus dalam pembelajaran melainkan banyak jenis-jenis buku yang akan menambah wawasan peserta didik diluar materi pembelajaran yang ada di kelas. Perpustakaan merupakan tempat yang tepat untuk menambah ilmu karna didalamnya terdapat banyak buku dan menyimpan segudang ilmu yang bermanfaat.

b.   Majalah

            Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan, juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Majalah juga menjadi salah satu media sumber belajar non formal yang dapat dijadikan rujukan baik itu dalam pembuatan makalah maupun tugas-tugas lainnya dari guru.

c.    Koran

Koran atau biasa juga disebut surat kabar merupana media massa yang dicetak dan disusun atau dibentuk dari kertas yang buramang berukuran besar yang isinya memuat tentang informasi-informasi seputar kehidupan sehari-hari dan informasi sekitar, berita yang ada didalamnya dicari dan ditulis oleh para jurnalis ataupun wartawan. Koran juga menjadi media cetak untuk mencari informasi menganai topik-topik terkini yang sangat membantu siswa untuk memenuhi asupan ilmu yang akan menambah skill baca dan memahami sebuah bacaan.

 

2.      Media non-Cetak

Pemanfaatan teknologi semakin maju ini juga dijadikan sebuah peluang di dunia pendidikan seperti aplikasi-aplikasi digital yang menyediakan e-course/e-learning secara virtual. Berikut beberapa media pembelajaran non-cetak:

a.      Bahan Ajar Audio

            Penggunaan audio atau suara sebagai bahan ajar sudah sering kita jumpai. Cara ini merupakan sebuah strategi untuk membantu peserta didik dalam memahami materi. Kegiatan pembelajaran menggunakan audio melibatkan semua sistem yang menggunakan gelombang suara secara langsung.

            Menurut Sudjana & Rivai (2013)[7], karakteristik audio umumnya berhubungan dengan segala kegiatan melatih keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Bahan ajar berbentuk dialog, musik, dan suara dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran langsung. Namun, bisa juga digunakan untuk pembelajaran via daring dengan cara merekamnya kemudian disebarluaskan dalam bentuk digital atau dalam format MP3.

            Media audio juga digunakan dalam latihan soal TOEFL pada bagian listening. Contoh lain digunakan di kelas kesenian atau musik untuk belajar nada, tari, dan lain sebagainya. Keunggulan bahan ajar audio ialah melatih konsentrasi peserta didik dan membuat atensi siswa lebih fokus. Media ini juga mudah ditemui dan diunduh di berbagai website, mudah dibuat dengan merekam penjelasan materi.

b.       Bahan Ajar Video

            Video merupakan salah satu media yang dapat menyampaikan sebuah informasi secara jelas. Adanya gabungan antara visual dan audio membuat peserta didik lebih mudah dalam menerima pembelajaran karena tak hanya satu panca indera yang terlibat. Penerapan penggunaan bahan pembelajaran berbentuk video dapat melalui dua cara, yaitu

1. Synchronous (langsung), yakni merupakan pembelajaran yang terjadi melalui sarana elektronik dengan akses kecepatan internet tinggi yang bersifat realtime (dijadwal dalam satu waktu yang sama), kolektif, atau kolaboratif dengan ada siswa, fasilitator, dan instruktur.

2. Asynchronous (tidak langsung), yakni menggunakan bahan ajar video yang dapat diakses kapan saja, tidak harus di waktu yang sama dengan perekaman video.

            Keunggulan dari bahan ajar video ialah mudah dipahami dan meningkatkan minat siswa. Mengapa semenarik itu? Karena gabungan visual dan audio yang tidak membosankan. Tips Agar Video Pembelajaran Lebih Interaktif dan Menarik di Youtube. Di kanal Youtube bertebaran beraneka ragam video pembelajaran. Apabila Anda ingin membuat sendiri video pembelajaran, maka buatlah yang lebih interaktif dan menarik.

c.       Power Point

            Power Point Presentation merupakan salah satu bahan ajar yang menampilkan sebuah presentasi dengan berbagai ilustrasi, gambar, teks, audio, dan video. Pengembangan Power Point dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

1. identifikasi tujuan pembelajaran,

2. analisis kebutuhan dan karakteristik pengguna,

3. membuat desain outline Power Point,

4. menuangkan desain ke dalam Power Point,

5. menambahkan multimedia seperti clip art, picture, image, background, dan kebutuhan materi lainnya, dan

6. evaluasi kembali Power Point sehingga menjadi bahan ajar yang sesuai tujuan pembelajaran.

            Keunggulan dari bahan ajar Power Point ialah mudahnya penggunaan aplikasi dan dapat menggabungkan teks, audio, dan video secara bersamaan dalam satu berkas. Siswa juga dapat menyalin materi Power Point dengan mudah. Selain itu, materi yang ditampilkan juga dapat dijadikan bahan ajar cetak yakni handout.

            Hal yang perlu diperhatikan adalah kreativitas, buat Power Point semenarik mungkin, sesuai tema dan tidak berlebihan. Perhatikan juga jangan terlalu banyak tulisan karena sesuai namanya, tujuan Power Point ialah menyajikan poin-poin penting dari suatu materi.

d.      Modul Elektronik

            Bahan ajar modul elektronik merupakan bahan ajar non-cetak yang bertujuan agar siswa mampu belajar mandiri.  Modul ini bersifat lengkap yang menyajikan tiap detail dari materi berbentuk elektronik atau digital. Modul elektronik dapat dibuat menggunakan software Microsoft Words.

            Tak hanya modul cetak, dalam modul elektronik, juga harus ada tiga komponen penting, yakni bahan belajar, panduan belajar, dan petunjuk belajar. Perlu diketahui terdapat tahapan dalam pengembangan modul non-cetak. Menurut ahli bernama Tian Belawati (2003). Tahapan pengembangan modul elektronik adalah sebagai berikut:

1.      mengidentifikasi tujuan pembelajaran,

2.      memformulasikan garis besar materi,

3.      menulis materi, dan

4.     menentukan format dan tata letak.

            Keunggulan dari bahan ajar modul elektronik ini ialah siswa akan lebih terarah dalam proses belajarnya karena terdapat panduan yang jelas. Evaluasi lebih mudah karena sudah mengidentifikasikan tujuan pembelajaran. Selain itu, keunggulan lain dari bahan ajar ini ialah dapat menjadi bahan acuan untuk pembuatan modul selanjutnya namun dengan kurikulum terbaru.

e.       Multimedia Interaktif

            Menurut Herman D Surjono, pengertian multimedia adalah kombinasi berbagai media seperti teks, gambar, suara, animasi, video, dan lainnya secara terpadu dan sinergis melalui komputer atau peralatan elektronik lain untuk mencapai tujuan tertentu.[8] Pada poin ini, multimedia digunakan sebagai bahan ajar yang dapat memudahkan siswa memahami materi dalam upaya mencapai tujuan-tujuan pembelajaran.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.     Kesimpulan

Pengertian media cetak bagi masyarakat masih dipahami secara sempit. Banyak orang beranggapan bahwa media cetak sama dengan pengertian surat kabar atau majalah. Padaha jika diuraikan secara mendalam, media cetak tidak terbatas pada dua jenis media itu saja.

Terpaan internet sebagai media massa baru memunculkan tren baru bagi surat kabar, yaitu ikut membuat media online. Media online ini adalah versi online dari media cetak yang sudah dikembangkan bertahun-tahun. Hampir semua surat kabar saat ini membuat versi online. Dengan demikian, dalam satu penerbitan media, muncul dua versi yaitu versi cetak dan versi online.

 

B.      Saran

Demikianlah makalah yang kami buat, dan kami susun. Kami berharap semua pembaca dapat memahami dan mengetahui materi pada makalah ini yaitu  Konsep Dasar Media, Media Pembelajarandan Sumber Belajar. Maka, penulis berharap apabila terdapat kesalahan mohon dimaklumi dan dimaafkan karena keterbatasan penulis. Juga kritik ataupun saran, sangat diharapkan agar di kemudian hari dapat menghasilkan makalah maupun karya tulis yang lebih baik.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://selfianabakhtiar.blogspot.com/2019/06/makalah-media-cetak.html. 2021

 Dr.Muhammad  Yaumi, M.Hum., M.A. 2017.  media dan teknologi pembelajaran. Jakarta: prenadamedia   group

 https://blog.kejarcita.id/jenis-jenis-bahan-ajar-non-cetak-dan-keunggulannya/. 2021

 https://www.4muda.com/inilah-9-jenis-media-cetak-yang-berkembang-di-masyarakat/. 2016

 https://heromukmin.blogspot.com/2017/03/media-cetak-dalam-pembelajaran.html. 2015

 https://blog.kejarcita.id/jenis-jenis-bahan-ajar-non-cetak-dan-keunggulannya/


[2] Dr.Muhammad  Yaumi, M.Hum., M.A. 2017.  media dan teknologi pembelajaran. Jakarra: prenadamedia group. hlm. 105

[4] Dr.Muhammad  Yaumi, M.Hum.,2017 M.A. media dan teknologi pembelajaran. Jakarra: prenadamedia group. hlm. 108

Komentar